BRMP Kalimantan Selatan Gelar Bimtek Budidaya Itik Petelur untuk Petani Milenial di Kabupaten Banjar
BANJAR (brmp-kalsel) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Budidaya Itik Petelur selama dua hari, 20–21 April 2026, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tatah Makmur (21/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 petani milenial yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Tatah Makmur. Mereka hadir dengan penuh semangat untuk menyerap ilmu dan teknologi terkini di bidang peternakan itik petelur yang diharapkan dapat mendongkrak produktivitas usaha mereka ke depan.
Wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah
Bimtek ini merupakan program tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, sekaligus mencerminkan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memberdayakan masyarakat peternak, khususnya para pemelihara itik. Dalam kegiatan ini, BRMP Kalimantan Selatan tampil sebagai narasumber utama menyajikan materi-materi komprehensif dan aplikatif.
Materi Lengkap dari Para Ahli dalam Rangkaian bimtek ini diisi dengan sejumlah topik strategis yang disampaikan oleh para tenaga ahli dari BRMP Kalimantan Selatan. Ahmad Hamdan membuka sesi dengan materi pemilihan bibit unggul dan tata laksana pemeliharaan itik petelur yang baik dan benar. Dilanjutkan oleh Harun Kurniawan yang memperkenalkan potensi pakan lokal sebagai alternatif bahan pakan yang ekonomis namun tetap bernutrisi tinggi.
Sholih Nugroho Hadi kemudian mendemonstrasikan teknologi dan teknik formulasi pakan secara langsung di hadapan peserta, memberikan gambaran konkret tentang cara meramu pakan yang efisien.
Tak kalah menarik, Siti Nurawaliyah menyampaikan materi tentang jamu ternak sebagai upaya pencegahan penyakit dan peningkatan daya tahan tubuh itik secara alami, sebuah pendekatan yang ramah lingkungan sekaligus hemat biaya.
Praktik Langsung, Ilmu Langsung Terserap
Sebagai puncak kegiatan, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka langsung diajak turun ke lapangan untuk mempraktikkan dua keterampilan inti: pembuatan pakan dan pembuatan jamu ternak, yang keduanya dipandu dengan sabar oleh Pagiyanto. Sesi praktik ini disambut antusias oleh seluruh peserta.
"Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan seksama dan penuh semangat," ujar salah satu panitia.
"Mereka berkomitmen untuk segera mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di desa masing-masing."
Mendorong Kemandirian Peternak Muda
Melalui bimtek ini, BRMP Kalimantan Selatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar berharap para petani milenial mampu membangun usaha budidaya itik petelur yang mandiri, modern, dan berdaya saing. Penguasaan teknologi pakan lokal dan penerapan jamu ternak diharapkan menjadi bekal utama para peternak muda dalam menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ternak.
Keberhasilan bimtek semacam ini menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian tidak melulu soal mesin dan teknologi canggih, tetapi juga tentang memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput generasi muda yang kelak akan menjadi tulang punggung ketahanan pangan Kalimantan Selatan. (/SNH)